Sikap

Pesan Untuk Wakil Rakyat (2)

Memutuskan rantai antikorupsi dimulai dari diri kita sendiri.
Written by Disna Riantina

Oleh : Disna Riantina

Antikorupsi merupakan urusan mental yang perlu menjadi bahasan utama, terutama partai politik dalam menjaring calon wakil rakyat (legislatif). Mengapa mental? karena yang akan muncul adalah tawaran-tawaran berupa materi dan jabatan yang menggiurkan, sehingga mengaburkan amanah rakyat. Nah, dari sini kita dapat lihat mental antikorupsi wakil rakyat.

Mental antikorupsi menjadi tameng dalam pertarungan melawan arus lingkaran setan yang bernama korupsi. Mental antikorupsi yang nantinya menjadi penyokong dan pondasi dalam merawat komitmen antikorupsi bagi setiap individu, terutama mereka yang memiliki jabatan.

Mental yang keropos, membuat komitmen lapuk, sehingga calon mudah sekali untuk diintervensi kepentingan individu, kelompok atau swata. Zone Corruption Area yang seharusnya diberi “tanda merah” –agar terjaga dari kepentingan– ataupun bersifat harga mati. Amanah bukan untuk dijadikan tiket menuju lahan basah tempat menangguk pundi-pundi uang. Jika korupsi semakin menjadi, maka imbasnya adalah yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. bukan cuma itu, tetapi pembangunan nasional guna terciptanya pemerataan pembangunan akan bersifat “jauh panggang daripada api”. Korupsi harus sesegara mungkin dilibas dan diputus mata rantainya dari diri sendiri.

About the author

Disna Riantina

Leave a Comment