Sikap

Anak Muda Mengambil Peran

www.yukepo.com
Written by Disna Riantina

Hanya anak muda yang dapat melunakkan politik yang keras, melenturkan politik yang kaku, mendinginkan politik yang panas, dan mencairkan politik yang keras.

Oleh : Disna Riantina

 

Anak muda tidak boleh apatis terhadap politik. Kini, sudah seharusnya anak muda bukan lagi sekedar peka terhadap politik, tetapi turut berpartisipasi. Memilih atau mencoblos menjadi bentuk partisipasi minimum yang dapat dilakukan.

Anak muda harus mengambil peran dalam politik dan menciptakan ruang-ruang tersendiri. Hanya anak muda yang dapat melunakkan politik yang keras, melenturkan politik yang kaku, mendinginkan politik yang panas, dan mencairkan politik yang keras yang terbentuk oleh generasi-generasi tua. Hanya anak muda yang dapat melakukan itu.

Konflik kepentingan, politik identitas, buzzer politik, politik berbasis SARA, dan disintegrasi nasional hanya karena berbeda pilihan menjadi makanan sehari-hari politik kita sekarang. Jika politik dibiarkan politik selalu dikuasai generasi tua lantaran anak muda tidak ikut berpartisipasi, maka kita akan selalu melihat politik yang monoton, nirgagasan, dan serba konflik kepentingan. Lebih lagi, tidak ada inovasi dan terobosan. Lagi-lagi, hanya anak muda yang bisa melakukan perubahan. Mengapa? karena sudah menjadi sifat dasar anak muda untuk selalu mencoba yang baru, inovatif, kreatif, dan mendobrak kebiasaan lama.

Pemilu 2019 menjadi pembuktian awal kita bersama, para anak muda untuk berperan dan menciptakan ruang-ruang demi kebaikan politik kita, dan kemajuan negara kita secara umum.

 

About the author

Disna Riantina

Leave a Comment