Sikap

Dewasa Dalam Berpolitik

bisnis.liputan6.com
Written by Disna Riantina

Pemilu itu pesta demokrasi dan pesta rakyat, bukan ajang baku-hantam kepentingan elit politik.

Oleh : Disna Riantina

Tensi Pemilihan Presiden 2019 semakin naik. Begitu banyak nama-nama yang muncul sebagai bakal calon wakil presiden dari masing-masing kubu. alhasil, butuh waktu sampai batas tenggat pendaftaran untuk mengumumkan nama cawapres.

Bahkan, semalam (8/8), tensi semakin tinggi setelah muncul istilah “Jenderal Kardus”, yang kemudian dibalas dengan istilah “Jenderal Baper”. Padahal, berpolitik itu┬ábutuh kedewasaan. Tidak boleh labil atau berargumen saat sedang emosi. Sederhanya begitu, karena jika tidak, runyam seisi negeri.

Kegaduhan politik yang terjadi pada masa pilpres ini menjadi bukti otentik betapa tidak dewasanya cara berpolitik kita. Pelbagai fenomena bisa dipolitisasi dan terdistorsi oleh faktor-faktor kepentingan. Beragam konflik dapat merusak substansi dan tujuan pemilu itu sendiri, bahkan setelah pemilu usai, aroma konflik berpotensi masih bisa terasa.

Kedewasaan bepolitik bukan hanya demi kemenangan atau kekalahan yang elegan, tetapi lebih dari pada itu adalah terjaganya stabilitas politik dan tidak menimbulkan kegaduhan ditengah masyarakat. Pemilu itu pesta demokrasi dan pesta rakyat, bukan ajang baku-hantam kepentingan elit politik.

 

About the author

Disna Riantina

Leave a Comment