Sikap

Srikandi Ibu Pertiwi (1)

pocongrider.deviantart.com
Written by Disna Riantina

Oleh : Disna Riantina

Dalam kisah Mahabrata, dikisahkan Srikandi adalah seorang pejuang perempuan yang berani dan juga mahir dalam memanah. Srikandi belajar memanah dari Arjuna, yang dikenal sangat mahir dan ahli dalam memanah pada masa itu. Keberanian Srikandi bahkan sampai kemedan peperangan. Kala itu terjadi peperangan antara Arjuna dengan kesatria Bisma (kakek pandawa dan kurawa) di medan Kurusetra. Srikandi menjadi penyebab terbunuhnya ksatria Bisma oleh Arjuna.

Saat itu, Srikandi berhasil membuat terdesak Kesatria Bisma. Ksatria Bisma sebelumnya telah berjanji bahwa ia tidak akan melawan perempuan dalam peperangan, maka saat terdesak itu ia menjatuhkan senjatanya karena tidak ingin melawan Srikandi. Arjuna dan Srikandi telah mengetahui bagaimana sifat Bisma itu, maka saat Bisma menjatuhkan senjatanya itu, Arjuna yang bersembunyi dibelakang Srikandi langsung menyerang Bisma dengan panah penghancurnya, sehingga Bisma yang merupakan seorang ksatria tak terkalahkan bahkan ahli dalam strategi peperangan dan ahli menggunakan senjata, dapat dikalahkan.

Kisah Srikandi yang tak kenal takut itu menjadi sebuah kisah yang fenomenal sampai sekarang. Dengan keberaniannya di medan peperangan, serta ketokohannya, srikandi berhasil melawan konstruksi sosial tentang perempuan, bahkan sampai sekarang. Ini bukan sekedar soal kesetaraan, tapi lebih dari itu menghancurkan konstruksi sosial di tengah masyarakat tradisional. Sebutan Srikandi menjadi julukan dan simbol bagi seorang perempuan yang berjuang dengan gagah berani.

Srikandi Kemerdekaan

Dalam perjalanan sejarah Indonesia, banyak Srikandi-srikandi yang telah berjasa besar dalam perjuangan melawan penjajah di Indonesia. Dalam konteks peperangan, banyak Srikandi-srikandi Indonesia muncul seperti di ranah Aceh, sehingga Aceh dikenal sebagai Kota Srikandi. Salah satunya Cut Nyak Dien. Ia merupakan Srikandi Aceh yang gagah berani menentang Belanda, bahkan sampai ke medan perang. Bahkan, Cut Nyak Dien bersumpah untuk menghancurkan Belanda. masih banyak lagi, tak sekedar di Aceh pada dasarnya.

Dalam dunia jurnalistik, kita juga mengenal Rohana Kudus. Beliau adalah salah satu dari sekian banyak Srikandi asal Minangkabau. Banyak kegiatan yang diperjuangkan oleh Rohana Kudus semasa hidupnya, mulai dari pendidikan, jurnalistik, dan politik. Rohana Kudus diberi penghargaan sebagai wartawati pertama Indonesia (1974). Pada peringatan Hari Pers Nasional ke 3 (9 februari 1987), Rohana Kudus juga dianugerahkan oleh Menteri Penerangan Bapak Harmoko sebagai Perintis Pers Indonesia.

Berikutnya adalah Srikandi Pendidikan Indonesia. tokoh yang menjadi panutan adalah R.A Kartini dan Dewi Sartika. Mereka merupakan tokoh Emansipasi wanita dan pelopor pendidikan bagi kaum perempuan. Perjuangan dalam upaya persamaan hak antara laki-laki dan perempuan dilakukan dengan berbagai cara, baik dengan pemikiran maupun dengan tindakan. Misalnya dengan memberi pengajaran untuk baca tulis dan mendirikan sekolah untuk kaum pribumi.

About the author

Disna Riantina

Leave a Comment