Sikap

Beginikah Politik Kita?

www.ngikik.com
Written by Disna Riantina

Oleh : Disna Riantina

Saya sering bermenung atau berkontemplasi ketika melihat realitas politik sekarang. Korupsi, politik identitas, politik pencitraan, peraduan kepentingan, hukum tajam kebawah dan tumpul keatas, mafia-mafia politik dan banyak lagi persoalan yang menggerogoti. Nah, pertanyaan sederhana saja, bisakah anda tenang dan nyaman melihat realitas tersebut? politik yang seharusnya untuk kemaslahatan bersama dan menciptakan keadilan lewat kebijakan-kebijakan yang dihasilkan, namun justru tampil dengan wajah sebaliknya, kotor dan sangar.

Padahal, jika kita baca dengan saksama materi-materi politik secara keilmuan dibuku, semuanya mengajarkan hal-hal positif, yang seharusnya teraktualisasikan kedalam realitas. Misalnya bagaimana proses sistem itu dapat melahirkan kebijakan yang partisipatif, karena setelah ada output, kebijakan tersebut dihadirkan ke publik untuk menerima masukan publik. Setelah masukan publik diterima, output tersebut dikoreksi sesuai masukan dan diundangkan dengan isi yang pro-rakyat. Namun yang terjadi, kebijakan tersebut malah disahkan diruang-ruang elite, dan rakyat hanya tau ketika kebijakan tersebut sudah berlaku tanpa dapat memberi masukan.

Perihal lain yang lebih sederhana, adalah tentang demokrasi. Pengertian umum demokrasi yang kita sering dengar, meskipun sederhana tetapi begitu sampai pesannya, bahwa pemerintahan itu dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat. sehingga, wajar saja pemegang kedaulatan tertinggi itu adalah rakyat. Paradigma ini juga dapat kita temui di UUD 1945. Namun, yang terjadi justru demokrasi kita bersifat elitis, karena dikuasai elite-elite partai politik dan pemilik modal. Rakyat seakan dijauhkan dan dijadikan objek politik. Yang diinginkan dari rakyat itu, seakan hanya suara mereka untuk pemenangan Pemilu.

Ada mising link bukan? antara politik secara keilmuan dengan politik secara aktualisasi? dimana letak ketidaksingkronannya? padahal kita diajarkan “A”, namun yang terimplementasikan malah “Z” yang dalam artian bertolak belakang. Apakah ini politik kita hari ini memiliki lingkaran yang buruk, sehingga mereka yang baru masuk tertular politik-politik yang buruk itu?

jika memang begitu adanya, kita harus mengumpulkan orang-orang yang masih bersih niatan politiknya untuk menghancurkan dominasi kelompok-kelompok tertentu yang menggunakan politik untuk kepentingan pribadi atau golongannya saja.

Beginikah politik? tentu pada dasarnya tidak. Perjuangan untuk merubahnya masih panjang, saya terus memikirkannya sembari menguatkan diri untuk berjuang menghadirkan solusi.

About the author

Disna Riantina

Leave a Comment