Sikap

APA ITU KARTU AKSES?

Ilustrasi: Geralt/pixabay
Written by Disna Riantina

Oleh: Disna Riantina

Kartu Akses adalah kartu untuk mengakses dewan yang dipilihnya. Kartu Akses adalah inovasi politik memperkuat makna representasi, dimana seorang wakil rakyat harus selalu terhubung selama masa jabatannya, karena sesungguhnya jabatan itu merupakan hasil penunjukkan rakyat yang memilihnya.

Kartu Akses adalah inovasi politik meningkatkan akuntabilitas politik dewan perwakilan rakyat. Dengan kartu akses, seluruh kinerja seorang anggota dewan harus bisa dipertanggungjawabkan langsung kepada pemilihnya. Kartu Akses ini juga adalah bentuk pengikatan calon pemilih dengan calon wakilnya, sehingga janji-janji politik yang disampaikan oleh calon bisa dimintai pertanggungjawaban hukumnya. Inilah bentuk transformasi akuntabilitas politik dewan.

Pemegang Kartu Akses akan memiliki hak pelayanan atas 4 pilar program pengabdian Gerakan Disna adalah Kita, yang mengusung Disna Riantina sebagai calonnya, yaitu: pendampingan hukum, pendampingan layanan kesehatan, pendampingan masalah pendidikan, dan kreasi bersama ekonomi. Pada pilar hukum, kesehatan, dan pendidikan, saya akan menjadi pendamping setia jika warga pemegang kartu akses mengalami kesulitan mengakses layanan hukum, kesehatan dan pendidikan. Tentu saja sepanjang tidak melawan hukum dan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Sedangkan pada pilar keempat, pemegang Kartu Akses akan menjadi pemilik usaha bersama yang akan disepakati oleh setiap himpunan pemilih dalam radius wilayah tertentu dan jumlah tertentu. Sebagai contoh, yang saat ini dijanjikan adalah setiap 5000-10.000 suara, Gerakan Disna adalah Kita akan membentuk koperasi atau bentuk usaha lainnya, yang modal usaha itu bersumber dari dana-dana rakyat yang disalurkan melalui anggota dewan, baik dana reses, dana kunjungan dapil, maupun dana pembangunan pemilihan dan dana pembangunan yang disediakan pemerintah.

Jadi Kartu Akses bukanlah bentuk money politic seorang caleg, tetapi ikhtiar memulihkan kepercayaan warga atas calon wakil rakyat yang dipilihnya, dengan cara mengakses 4 pilar pengabdian yang program calon anggota legislatif, sebagaimana dijanjikan.   Dengan inovasi ini, Kartu Akses akan menjadi instrumen memperkuat makna representasi sistem perwakilan dan memperkuat akuntabilitas politik pemilih-wakil rakyatnya.

About the author

Disna Riantina

Leave a Comment